Karena latar belakang keluarga yang sulit, Jiwu masuk kuliah lebih lambat daripada kebanyakan teman-temannya. Pendiam dan tertutup, ia selalu berada di pinggiran kehidupan kampus, selalu merasa selangkah tidak sejalan dengan orang lain.
Ada satu orang yang tak bisa ia abaikan, Wuyeon, seorang anak laki-laki yang tampaknya bersinar di mana pun ia berada. Ia berdiri di tengah setiap kelompok, mudah tertawa, menarik perhatian orang tanpa usaha. Dibandingkan dengannya, Jiwu merasa tak terlihat, dan karena itu ia menyembunyikan perasaannya, memendam perasaan suka diam-diam yang ia yakini tidak akan pernah sampai kepadanya. Bagi Jiwu, Wuyeon tampak sempurna, seseorang yang tak tersentuh oleh kesulitan atau penderitaan.

Comment